People commented the post

People liked the post

Posts related

"Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 38) #ngaji #quran #ayatquran #onedayoneayat #ngajiquran #ngajiyuk #alquran #satuayat #quranquotes

Kecantikan seorang wanita itu terletak pada keimanan dan ketaqwaannya. Senyuman yang manis datangnya dari jiwa yang tenang. . Taqwa itu seperti memanjat gunung, memerlukan kesabaran serta kekuatan yang tinggi. Namun bila sampai di puncak, kita dapat menikmati keindahan dan kedamaian yang hakiki. . Seseorang yang menjaga kesucian hatinya tidak akan membiarkan lidahnya mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Ucapan kita adalah cerminan diri.. . Semoga kita mampu mengendalikan diri agar terhindar dari ucapan-ucapan yang tidak baik..Aamiin. . #dakwah #dakwahislam #dakwahsunnah #islamicquotes #istiqomah #islamituindah #islam #islamic #motivasihidup #motivationalquotes #motivation #motivasi #doa #instagram #inspirationalquotes #inspirasi #hijrah #hijrahku #quotes #instalikes #likes #quotesoftheday #quote #muslimah #muslim #latepost #sucikanhati #sabar #doa

Memperlama sujud terakhir ketika salat dalam rangka memperbanyak doa, bukanlah termasuk bagian dari sunah. Bahkan ini termasuk penyimpangan dalam sunah. Dalam sebuah hadis dari Barra bin Azib radhiallahu ‘anhu, Barra menceritakan, “Salatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara rukuknya, i’tidalnya, sujudnya, duduk diantara dua sujud, lamanya hampir sama.” (HR. Bukhari dan Muslim). . . Kalimat “lamanya hampir sama” menunjukkan bahwa salah satu rukun tidak ada yang lebih menonjol dibandingkan rukun yang lain. . . Syekh Muhammad bin Salih Al-Utsaimin ditanya tentang sikap orang yang memperlama sujud terakhir untuk berdoa dan istighfar. Syekh menjawab, “Memperlama sujud terakhir bukanlah termasuk sunah. Karena yang sesuai sunah, setiap gerakan salat itu mendekati sama; rukuk, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud. Sebagaimana yang dinyatakan Al-Barra bin Azib radhiallahu ‘anhu, ‘aku lihat berdirinya, rukuk, sujud, dan duduk diantara dua sujud mendekati sama.” Inilah cara yang lebih utama. Hanya saja, ada tempat untuk berdoa di selain sujud, yaitu tasyahud. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan tasyahud kepada Ibnu Mas’ud, nabi bersabda, “Kemudian pilihlah doa yang dia sukai.” . . Maka nabi tempatkan doa, baik sedikit maupun banyak, setelah tasyahud akhir, sebelum salam. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, kaset rekaman no. 376, side B). . . Syekh Abdullah Al-Jibrin mengatakan, “Saya tidak mengetahui adanya dalil yang menunjukkan anjuran memperlama sujud terakhir ketika salat. Hanya saja, mungkin maksud sebagian ulama melakukan hal itu adalah dalam rangka mengingatkan rakaat akhir salat atau gerakan terakhir ketika salat. Kemudian mereka memperlama. Sehingga makmum teringat untuk melakukan duduk tasyahud akhir. Meskipun alasan ini tidak cukup untuk menyatakan diterimanya memperlama sujud terakhir. (Fatawa Ibnu Jibrin, no. 2046). . . Dalam Fatawa Islamiyah (1:258), Syekh Ibnu Jibrin juga menjelaskan, “Saya tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan untuk memperlama sujud terakhir. Yang disebutkan dalam hadis hanyalah menyamakan jeda masing-masing rukun salat atau mendekati sama.” Allahu a’lam . . 🌐konsultasisyriah 📷 ittiba.id Follow @M

Bacaan ini bisa dibaca setelah selesai shalat Dhuha, sesuai tekstual hadis bacanya sampai 100 kali ya :) ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Jangan lupa kasih tahu keluarga, kerabat, sahabat, atau teman yang lain, supaya mereka juga ikut mengamalkan dan kamu dapat pahala yang berlimpah. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 2406, dari Sahl bin Sa’ad). ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Semoga bermanfaat :) - @rumayshocom #rumaysho #rumayshocom #ustadzabduhtuasikal #rumayshoTV #fiqihmuslimah #fiqihwanita_ Follow @MajelisFiqihWanita Follow @MajelisFiqihWanita

Wanita dan pria tidak boleh jabat tangan kecuali dengan mahromnya❌ . . Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait dengan mahrom. Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain. Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan “Muhrim” padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. . . Yang di maksud dengan mahrom adalah wanita yang haram di nikahi oleh laki-laki. Mahrom di sini terbagi menjadi dua macam: 1. Mahrom muabbad, artinya tidak boleh dinikahi selamanya 2. Mahrom muaqqot, artinya tidak boleh dinikahi pada kondisi tertentu saja dan jika kondisi ini hilang maka menjadi halal. . . ❗️Yang sering di anggap mahrom: 1. Ayah angkat/anak angkat (yang tidak menikah dengan ibu) 2. Ipar (semua ipar laki-laki bisa di nikahi maka haram hukumnya bersalaman/berduaan) 3. Sepupu laki-laki (banyak yang berfikir bahwasanya kita tidak memiliki batas dgn sepupu karena sudah akrab, bermain dari kecil, sering bertemu dsb, padahal berjabatan tangan/melepas hijab di depan spupu hukumnya adalah haram sebab wanita bisa menikah dgn spupunya. Wallahu’alam🙏 . #fiqihmuslimah #fiqihwanita_ Follow @MajelisFiqihWanita Follow @MajelisFiqihWanita